Donggala, Sulteng Daily — Pemerintah Kabupaten Donggala kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Donggala, yang telah menyalurkan 3,5 ton ikan segar kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Banawa.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Donggala, Ali Assagaf, mengungkapkan bahwa distribusi ikan segar ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.
“Benar, kami telah menyalurkan 3,5 ton ikan segar kepada masyarakat di 5 desa dan 9 kelurahan se-Kecamatan Banawa. Program ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting,” ujar Ali Assagaf kepada Sulteng Daily, Senin (10/11).
Ali menjelaskan, kegiatan penyaluran tersebut dilakukan pada Desember 2024 dengan memanfaatkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) sebagai acuan untuk menentukan sasaran penerima manfaat, terutama keluarga yang teridentifikasi berisiko stunting.
“Data yang kami gunakan merujuk pada data DP2KB terkait masyarakat rentan stunting,” jelasnya.
Menurut Ali, ikan segar menjadi salah satu sumber protein hewani yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada masa seribu hari pertama kehidupan (HPK). Karena itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi keluarga, khususnya bagi balita dan ibu hamil di wilayah pesisir Donggala.
Langkah Dinas Perikanan dan Kelautan ini menjadi bagian dari gerakan terpadu pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Program tersebut juga diharapkan menjadi contoh kolaborasi efektif antarinstansi dalam upaya menurunkan angka stunting secara berkelanjutan di Kabupaten Donggala.












